![]() |
Kepala KUA Parit Koto Balingka, Abdi, sampaikan tausiyah siang Ramadhan |
Pasaman Barat, smartsumbar.com, - Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Parit Koto Balingka, Abdi, sampaikan, selain shalat tarawih, tadarus dan serangkaian ibadah wajib yang lain. Ramadhan juga harus dijadikan bulan untuk pembersihan diri dari segala dosa dan perbuatan jahat.
Jika ada di antara umat Nabi Muhammad SAW menjadikan Ramadhan sebagai bulan biasa, dan ibadah puasanya bisa dilakukan dengan sekehendaknya, berarti mereka bukanlah orang bersyukur.
Penjelasan ini disampaikan Abdi, melalui tausiyah siang Ramadhan di Mushola Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Simpang Empat, Kamis (6/3). Hadir pada kesempatan itu, Kasubbag Tata Usaha, Suharjo, Kasi Pendidikan Madrasah (Penmad), Hilaluddin, dan warga Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat yang lain.
Dihadapan Allah SWT, pertangungjawaban hanya diurus secara pribadi. Dan disitulah diperlihatkan Allah SWT segala bentuk amal baik dan dosa yang dilakukan selama hidup di dunia. Jika amal dan kebajikan yang dilakukan bernilai baik, maka Syurga akan dijadikan sebagai tempatnys.
Sebaliknya, jika amal burut lebih berat, malah mendominasi dari amal baik yang dilaksanakan selama hidupnya di dunia ini. Maka neraka akan dijadikan sebagai tempatnys. Melalui bulan Ramadhan yang mulia, penuh berkah dan ampunan, harus dijadikan sarana untuk memperbanyak amal, sarana evaluasi diri, sehingga prediket taqwa yang diharapkan dari Amaliah Ramadhan ini bisa diraih.
Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Asriwan, jelaskan, agenda rutin yang dilaksanakan dan diikuti warga Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat selama bulan Ramadhan ini adalah, melaksanakan shalat Zuhur berjemaah di mushola kantor, dilanjutkan dengan ceramah siang Ramadhan, dilaksanakan setelah selesai shalat Zuhur berjamaah. (gmz)