![]() |
Pelatihan Metodologi Pembelajaran |
Pasaman Barat, smartsumbar.com - 30 guru bidang studi MTsN (Madrasah Tsanawiyah Negeri) se Pasaman Barat, mulai Senin (20/2) mengikuti pelatihan metodologi pembelajaran di aula Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Simpang Empat.
Pelatihan yang digelar Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang, berlangsung selama enam hari, dan akan berakhir hari Sabtu, 25 Februari 2023 depan. Pelatihan metodologi pembelajaran ini dibuka Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Muhammad Nur.
Kepala BDK Padang, diwakili Ketua Pelaksanaan, Melati Yeni, melalui laporan kegiatan menyampaikan, sebagai komitmen dan kerjasama pihak BDK Padang dengan kepala Kanwil dan Kantor Kementerian Agama se Sumatera Barat, seperti Pasaman Barat, pihaknya selalu memberikan pelatihan kepada setiap aparatur Kementerian Agama se wilayah kerja BDK Padang.
Upaya peningkatan kualitas sumber daya aparatur Kementerian Agama dimaksud, ulas Melati Yeni, bukan saja berbentuk pelatihan secara khusus, tertata dan terprogram di kampus BDK Padang, tapi dilaksanakan di setiap Kantor Kementerian Agama kabupaten dan kota, seperti di Pasaman Barat selama enam hari ke depan.
Di Sumatera Barat, terang Melati Yeni lagi, kegiatan serupa juga dilaksanakan di beberapa kabupaten dan kota se Sumatera Barat, seperti digelar selama enam hari di aula Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Simpang Empat.
Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Muhammad Nur, menyampaikan, dalam menjalankan tugas pokok dan fungsinya, guru harus menata diri dengan meningkatkan kualitas diri, sesuai bidang studi dan kemampuan yang dimiliki.
Kepala Kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Muhammad Nur,. mengatakan, guru mandiri, kreatif dan profesional, bukanlah pendidik yang mampu melaksanakan tugas di kelas masing-masing dengan baik, benar dan maksimal.
Guru kreatif, mandiri dan berprestasi, ulas kepala kantor itu, adalah guru atau pendidik yang mau dan mampu berinovasi, disenangi dan dikagumi sekaligus didambakan warga lembaga pendidikan yang bersangkutan. Sebaliknya hanya pendidik yang cuek, acuh dan tidak tanggap dengan perubahan zaman juga kemajuan teknologi dan informasi, pendidik yang tergilas zaman.
Pelatihan selama enam hari, dan akan berakhir pada Sabtu, 25 Februari 2023 depan, berlangsung selama 50 jam pelajaran. Selama pelatihan, kepada peserta disuguhi materi dari widyaiswara BDK Padang, dan dari kepala kantor Kementerian Agama Pasaman Barat, Muhammad Nur. (gmz)